Seru dan Meriahnya Qlapa Market 2017!

Perkembangan industri kreatif di Indonesia perlahan tapi pasti terus mengalami kemajuan. Hal ini ditandai dengan makin banyaknya produk dari pengrajin lokal dengan kualitas yang tak kalah dengan produk impor.

 Sejalan dengan misinya yang senantiasa mendukung pengrajin lokal, Qlapa menggelar event Qlapa Market untuk pertama kalinya. Sebanyak 42 crafters dari beberapa kota di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, dan Semarang menjual produk handmade-nya di event Qlapa Market. Acara yang digelar pada 31 Maret – 2 April 2017 di Lippo Mall Kemang, Jakarta ini menjadi ajang bagi pengrajin untuk bertemu langsung dengan pembelinya. Produk-produk yang ditawarkan pun beragam, diantaranya pakaian, tas, sepatu, dekorasi rumah, aksesoris, dan perhiasan.

Para pengrajin yang ikut serta dalam event ini juga telah menjual produknya secara aktif di situs Qlapa. Salah satunya adalah Intan dari Nyamyon. “Jujur itu pertama kalinya saya ikut event bazar, soalnya masih baru juga buka usaha. Menurut saya bagus, marketing event-nya juga bagus, lokasi pilihannya juga bagus. Alhamdulillah banyak yang laku barang-barang saya, pulang cuma bawa sedikit stok barang,” ujarnya.

Sesuai dengan tagline Qlapa, Happiness is Handmade, semua produk yang dijual adalah hasil buatan tangan pengrajin lokal. Event ini juga merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dari Qlapa untuk menjadikan pengrajin lokal sebagai tuan rumah di negerinya sendiri. Selanjutnya, event Qlapa Market akan digelar secara berkala guna memenuhi antusiasme para pengrajin, maupun pelanggan setianya. So, nantikan update event kami selanjutnya ya!

TEST
Batik Tradisional Indonesia

Kekayaan Batik Tradisional Nusantara – Hasil Karya Anak Bangsa

Pesona batik tradisional nusantara kian meningkat. Tidak hanya sebagai pakaian, motif batik juga banyak digunakan di berbagai hal-hal lainnya, seperti tas, sepatu, hiasan, dan lain-lain.

Batik Tradisional Indonesia

Sebagai negara kepulauan yang majemuk, wajar jika Indonesia begitu kaya akan kebudayaan. Tiap-tiap wilayahnya memiliki kebudayaan yang berbeda, sesuai dengan karakter dan filosofi masing-masing. Termasuk pula dengan batik tradisional Indonesia yang kini semakin digemari oleh masyarakat nasional dan internasional.

Batik Tradisional Jawa

Batik Tradisional Indonesia

Di tanah Jawa, ada ratusan—bahkan ribuan motif batik yang ada hingga hari ini. Mulai dari batik tradisional dengan corak dan motif warisan masa lalu hingga motif modern, setiap daerah menyajikannya dengan keunikan serta filosofinya masing-masing.

Beberapa contoh yang terkenal di Jawa antara lain batik Solo, Jogja, Tegal, Rembang, dan lain-lain. Sementara itu di kawasan barat Pulau Jawa, ada batik Cirebon, Garut, dan Indramayu.

Batik Tradisional Jogja

Bicara soal Jogja yang kental dengan warisan budayanya tentu tidak terlepas dari batik. Dalam kesehariannya pun, Anda akan cukup mudah menemukan masyarakat yang mengenakan pakaian khas nusantara ini, terutama di lingkugan keraton.

Untuk di lingkungan keraton sendiri, batik tradisional Jogja yang dikenakan memiliki karakter khusus. Kain batiknya memiliki dasar warna putih yang bersih, sementara motifnya cenderung memiliki pola yang besar-besar. Umumnya, motif ini tersusun atas gambar atau bentuk parang dan dan nitik.

Selain itu, ada pula berbagai motif khas batik Jogja lainnya seperti berikut.

  • Motif Batik Truntum

Motif yang satu ini biasanya digunakan dalam upacara pernikahan yan menggunakan adat Jawa dan dibuat menggunakan zat pewarna soga alam. Adapun nilai filosofi dari motif ini adalah simbol cinta yang tulus dan tak bersyarat antara sepasang pengantin baru. Tentu saja, harapan dikenakannya batik ini ketika hari pertama pernikahan adalah agar hubungan dan rasa cinta kedua mempelai senantiasa kekal dan kehidupan yang dipenuhi kebahagiaan.

  • Motif Batik Tambal

Sama seperti motif truntum, motif tambal juga menggunakan zat pewarna soga. Unsur motif ini tersusun atas meru, parang, ceplok, dan hal-hal yang lebih menonjolkan ciri kerikan lainnya. Maksud dari motif ini pada kain batik adalah agar dapat membantu pemakainya yangs edang sakit akan segera sembuh dan memberi kehangatan. Tak heran,  motif tambal banyak digunakan sebagai kain yang digunakan sebagai selimut bagi orang sakit.

  • Motif Ceplok (Grompol)

Desain pada motif ceplok lebih bersifat geometris, seperti bentuk bintang-bintang yang disusun melingkar. Dalam Bahasa Jawa, kata grompol berarti berkumpul atau bersatu.  Makna grompol ini pun tak lain adalah agar senantiasa terjalinnya kerukunan, kebahagiaan, dan ketentraman keluarga. Di samping itu, motif ini juga melambangkan harapan agar ketika sepasang mempelai senantiasa mengingat keluarga besar masing-masing ke mana pun mereka pergi.

Batik Tradisional Madura

batik pesisir
Sumber

Tidak hanya terkenal dengan Jembatan Suramadu yang menjadi ikon sejak beberapa lalu dan karapan sapi , Pulau Madura juga memiliki satu kesenian khas berupa batik. Sentra industri batik tradisional Madura yang terbesar dan masih aktif berada di Kabupaten Pamekasan. Dalam proses produksinya, masyarakat pengrajin juga masih mempertahankan cara-cara tradisional.

Seperti karakter masyarakat Madura yang kuat, corak batik Madura pun sama kuatnya. Batik tulis Madura menggunakan pewarna alami sehingga warna yang dihasilkan cukup kuat dan mencolong. Adapun warna-warna yang biasa digunakan antara lain kuning, merah, dan hijau.

Untuk motif, batik Madura cukup variatif. Motifnya biasanya mengambil motif berupa pucuk tombak atau flora fauna dalam kehidupan, termasuk motif kayu.

Batik Tradisional Dayak

Dari namanya, Anda tentu tahu dari mana batik yang satu ini berasal. Batik Dayak merupakan salah satu karya seni dari Kalimantan Timur. Kerajinan ini dikenal juga dengan warisan budaya Borneo ini dengan nama batik Samarinda.

Seperti di beberapa daerah lainnya, batik tradisional Dayak dalam pembuatannya masih menggunakan teknik manual yang menghasilkan batik tulis. Kendati demikian, beberapa sudah mulai untuk memproduksi jenis cap tetapi jumlahnya masih lebih sedikit dibandangkan tulis. Tentu saja, harga yang ditawarkan teknik tulis lebih mahal dibandingkan jenis cap sebab waktu pengerjaannya pun lebih lama.

Secara Bahasa, ‘dayak’ berarti sungai. Tidak heran jika motif yang digunakan pada kerajinan Kalimantan Timur ini menggunakan hal-hal yang berkaitan dengan sungai. Selain itu, ada pula motif lainnya seperti Mandau (senjata khas Dayak), burung enggang, dan lain-lain. Warna yang digunakan juga cukup berani seperti oranye, merah muda terang, dan sebagainya.

Batik Tradisional Cirebon

Di kawasan Jawa Barat, ada empat sentra batik yang masih ada hingga saat ini, yakni Indramayu, Cirebon, Garut, dan Tasikmalaya. Namun di antara empat sentra ini, batik tradisional Cirebon merupakan yang terbesar sekaligus tertua. Batik Cirebon inilah yang memberi begitu banyak pengaruh pada variasi motif di sentra-sentra lainnya di wilayah Jawa Barat.

Ikon batik Cirebon adalah motif awan pembawa hujan yang disebut dengan megamendung. Seperti motif batik lainnya, megamendung juga memiliki arti khusus. Motif ini menyimbolan bahwa awan pembawa hujan adalah lambang kesuburan dan pemberi kehidupan.

Teknik yang digunakan untuk membuat batik Cirebon tidak sama dengan di Jawa (Tengah dan sekitarnya). Garis tipis alias garis wit dibuat sangat tipis dan hanya satu saja dengan warna yang lebih tua dibandingkan warna kain yang akan dibatik. Sementara itu jika di Jawa, garis pola yang dibuat sejumlah dua buah.

Di Mana Bisa Mendapatkan Batik Tradisional Berkualitas?

Daripada harus repot-repot mengunjungi daerah asal, Anda bisa dengan mudah berbelanja batik tradisional di Qlapa.com. Selain koleksinya yang lengkap, Qlapa adalah situs berbelanjan yang sudah terpercaya, berkualitas, dan terlengkap. Sembari bersantai di rumah, Anda bisa dengan mudah dan cepat mendapatkan batik yang asli dan tradisional yang diinginkan.

TEST
Kacamata Hitam Kayu

Jenis-Jenis Kacamata Hitam dan Tips dalam Memilihnya

Kacamata hitam, yaps siapa yang tidak tahu dengan benda tersebut? Aksesori yang satu ini memang kian diminati untuk menunjang penampilan seseorang. Selain bisa membuat seseorang tampil stylish, ternyata benda mungil nan praktis ini juga memiliki beberapa kegunaan lain.

Kegunaannya yang utama adalah melindungi mata dari pengaruh buruk sinar ultraviolet—sinar ultraviolet dapat memicu timbulnya gangguan kesehatan seperti katarak, glaukoma, degenerasi macular, ptergium, hingga kanker mata. Aksesori ini pun dapat menghalau sinar matahari saat sedang berkendara sehingga Anda tetap fokus.
Nah, apakah Anda tertarik membeli kacamata hitam? Ketahui dulu jenis-jenisnya serta tips dalam memilihnya.

Jenis-Jenis Kacamata Hitam

Kini, untuk mendapatkan kacamata yang kekinian, Anda hanya perlu mengunjungi situs Qlapa.com. Anda pun tidak perlu repot lagi pergi ke toko atau berkeliling mal. Sebelum berbelanja di situs kami, tidak ada salahnya mengenali ragamnya berikut ini.

  • Kacamata Aviator
    Merupakan salah satu jenis kacamata yang paling sering digunakan oleh para penerbang. Kacamata ini terdiri dari frame yang terbuat dari metal dan lensa smokey.
  • Kacamata Wayfarer
    Model ini memiliki bentuk yang mendekati persegi dengan frame mengelilingi lensa secara menyeluruh.
  • Kacamata Browline Sunglasses
    Seperti namanya, jenis ini memiliki frame tebal pada bagian atas, sedangkan pada bagian bawah tidak diberi frame.
  • Kacamata Bulat
    Konon merupakan cikal bakal dari berbagai jenis yang berkembang saat ini. Ukurannya tidak terlalu lebar dengan bentuk bulat dan frame yang mengelilingi lensa secara penuh.
  • Kacamata Cat Eye
    Sesuai dengan namanya, jenis ini berbentuk seperti mata kucing yang runcing.
  • Kacamata D-Frame
    Bentuk dari D-Frame ini menyerupai huruf D dengan posisi horisontal.
  • Kacamata Wrap Around
    jenis wrap around memiliki ukuran yang cukup besar dan biasanya digunakan oleh para olahragawan saat melakukan olahraga di luar ruangan.
  • Kacamata Novelty
    Bentuk dan ukurannya unik, berfungsi sebagai aksesori hiburan atau penunjang kostum tertentu.
  • Kacamata Oversize
    Merupakan salah satu jenis yang paling sering digunakan untuk bergaya. Memiliki ukuran yang besar dengan frame yang membingkai secara penuh.
  • Kacamata Shield
    Ciri-ciri shield adalah lensa yang lebar dan kedua lensanya menjadi satu.

Kacamata Hitam Keren

Kacamata Hitam Keren terbaru 2017

Kacamata hitam dapat membuat si pemakainya mendapatkan predikat keren. Perlu Anda ketahui bahwa kesan keren tidak akan muncul serta merta, akan tetapi berasal dari padanan yang pas antara si aksesori penunjang dengan busana yang Anda kenakan atau kesesuaiannya terhadap bentuk wajah.

Kacamata hitam yang dijual saat ini semakin beragam dengan warna, bentuk. ukuran, dan harga yang bervariasi. Anda juga dapat menemukannya pada etalase online Qlapa.com. Beberapa kacamata yang tersedia di situs kami bahkan bisa dikustomisasi, alias bisa memesan desain sendiri sesuai keinginan.

Kacamata Hitam Wanita

Kacamata hitam wanita dari kayu

Kacamata hitam sepertinya sudah melekat di hati para kaum hawa. Para wanita sering menggunakannya pada acara-acara nonformal seperti pergi ke mal, mengantar anak ke sekolah, dan bertamasya. Bahkan, terkadang para istri pejabat juga memakainya pada saat menghadiri acara formal.

Kacamata hitam yang sangat diminati oleh para wanita saat ini adalah dengan frame yang terbuat dari kayu. Corak kayu yang unik dan terkesan alami mampu menimbulkan daya tarik tersendiri. Selain kacamata kayu, para wanita pada umumnya menyukai jenis cat eye dan oversize.

Kacamata Gaya Wanita

Kacamata hitam memang dipakai untuk tujuan gaya. Jenis yang akhir-akhir ini paling sering digunakan oleh wanita untuk bergaya adalah model bulat, browline, shield, dan oversize. Jenis frame dan lensanya juga beragam, ada yang terbuat dari metal, plastik maupun kayu.

Qlapa.com menyediakan berbagai macam variasi yang siap mempercantik penampilan para ladies. Pilihan harga yang disediakan juga cukup beragam sehingga Anda tidak perlu berpikir dua kali untuk membeli kacamata impian.

Kacamata Hitam Pria Keren

Kacamata hitam bukan hanya menjadi kebutuhan mode kaum wanita. Pada kenyataannya, tak sedikit para pria yang gemar mengoleksi aksesori mungil ini. Bagi mereka, kacamata mampu menimbulkan kesan elegan, tegas dan berkelas.

Jenis yang sering digunakan oleh pria adalah aviator, D-frame, wayfarer, dan wrap around. Namun, seiring dengan berkembangnya mode, para pria juga memakai kacamata jenis browline yang terkesan feminim.

Bagaimana Cara Memilih Kacamata Sesuai Bentuk Wajah ?

Kacamata hitam memang ampuh untuk menunjang penampilan. Namun, jika Anda salah dalam memilihnya justru akan menimbulkan kesan aneh dan mengurangi estetika penampilan. Oleh karena itu, simaklah beberapa tips dalam memilih kacamata yang sesuai dengan bentuk wajah berikut ini.

  1. Bentuk Wajah Oval
    Hampir semua jenis cocok dipakai oleh Anda yang berwajah oval.
  2. Bentuk Wajah Lancip
    Bagi Anda yang berwajah lancip disarankan untuk menggunakan kacamata hitam jenis browline sunglasses dan wayfarer.
  3. Bentuk Wajah Persegi
    Kacamata bulat dan aviator merupakan jenis paling cocok untuk yang berwajah persegi.
  4. Bentuk Wajah Bulat
    D-frame merupakan pilihan tepat ntuk menyiasati agar pipi si pemilik wajah bulat terlihat tirus.
  5. Bentuk Wajah Persegi Panjang
    Kacamata aviator merupakan pilihan tepat untuk memberikan siluet pada wajah persegi panjang.

Nah, setelah membaca beberapa tips mengenai pemilihan di atas, apakah Anda ingin segera memborong kacamata hitam? Jika iya, sebaiknya Anda segera memilih-milih produk kami. Di Qlapa.com, tersedia berbagai macam modelnya up-to date ¬dan siap memenuhi kebutuhan gaya Anda. Barangkali Anda sekalian ingin membeli tali kacamata yang terbuat dari manik-manik, kami juga menyediakan beragam pilihannya.

TEST

Unik, Indonesia Loh Andalkan Desain dan Jargon yang Indonesia Banget!

Makin suburnya lahan industri kreatif di Indonesia memang membuat banyak brand lokal tumbuh bermunculan. Oleh karenanya setiap brand lokal sedianya memiliki ‘jiwa’ yang membuat produknya berkarakter dan mudah diingat oleh masyarakat.

Hal ini sangat disadari oleh Millaty dan Ursula Tumiwa dari brand Indonesia Loh. Berdiri sejak 2012, pertemuan dua wanita yang sama-sama bekerja di industri kreatif ini sebenarnya tidak terduga. Ursula atau yang akrab disapa Ula merupakan seorang produser film dokumenter, sementara Millaty bekerja di sebuah advertising agency bertemu pada sebuah proyek film. Obrolan keduanya pun berlanjut hingga terlahirlah brand Indonesia Loh!, yang identik dengan desainnya yang unik dan seperti namanya, Indonesia banget. Simak obrolan Qlapa dengan dua wanita di balik brand yang berbasis di Jakarta ini!

Tim Indonesia Loh
Tim Indonesia Loh

Halo Mbak Ula dan Mbak Milla, dari seorang produser dan pekerja industri kreatif, kenapa akhirnya memutuskan membuat brand ini?

Ula: Jadi sebenarnya aku sudah punya usaha tas sendiri. Bareng temen temen, aku bikin usaha tas tapi lebih generik, lokal, dan berbahan serat alam anyaman. Kemudian ketemu Milla yang kebetulan lagi bosan di pekerjaannya. Karna dia biasa bikin tulisan yang lucu dan kreatif. Akhirnya tercetuslah ide ‘yuk bikin produk tas anyaman yang lebih spesifik. Biar nanti bisa lebih tematik lah koleksinya’. Akhirnya dari situ bergabunglah kita.

Lihat juga: Senang Warna-warna Cerah? Batik Cirebon Pas Untuk Kamu

Apa produk awal yang dibuat oleh Indonesia Loh?

Milla: Di Indonesia kan banyak tempat destinasi wisata, ada destinasi outdoor, ada diving, naik gunung, terus nama destinasinya kan juga unik. Kita bayangin untuk bikin nama destinasi itu ditulis di tasnya dengan cara dibordir. Akhirnya tema pertama kita adalah seri I Love Diving.

Indonesia Loh

Ula: Seri yang pertama kita adalah yang destinasi, setelah itu kita bilang ‘eh orang Indonesia kan slogannya unik unik tuh’, seperti ‘kalau belum makan nasi, ya artinya belum makan’. Akhirnya dibuatlah seri Saya Suka Nasi. Nah ini penjualannya lumayan banget dan sampai sekarang masih laku juga.

Kenapa dalam membuat sebuah koleksi dibuat menjadi satu rangkaian?

Ula: Sebenernya lebih ke diversity produk sih dan strategi marketing juga. Tapi kita tetep lihat kita bergeraknya dimana yaitu di house ware. Kalo kita hanya bergerak di satu jenis produk kayanya susah deh. Karena berkembang terus juga permintaannya.

 

Sekarang kan isu plagiatisme masih marak, dan banyak desain-desain yang ditiru, apa ada acara mencegahnya atau menghadapinya?

Ula: Sebenernya design pun generic dan kita baca juga kan bahwa “idea is never be born by itself” Karena pasti meng-copy dan dijadikan referensi. Menurut aku kalau Indonesia Loh design-nya genuine, soul-nya kan ada disitu, kalau emang ada yang buat juga, kita sih percaya rejeki ada bagiannya masing masing. Jadi kalaupun di-copy masa sih sesama pencipta idenya di-copy sampai bener bener persis sama, apalagi kalau kita sama sama dari local designer dari Indonesia. Jadi referensi gak apa apa, tapi masa sih tega banget di-copy persis?

Baca juga: Gunakan Sampah Karung Bekas, Produk Gunagoni Malah Dicari

Milla: Kita sudah punya konsep, kita cerita tentang Indonesia, kalau misalnya ada yang meng-copy, kita nggak takut, karena kita lebih kreatif.

Ngomong-ngomong, waktu pertama kali Indonesia Loh akhirnya launching, di mana pertama jualannya?

Ula: Karena sebelumnya kita udah lama juga bergerak di bidang ini, ya kita beruntung sudah ada outlet-outlet yang mau kerjasama dengan kita, jadi beberapa udah ada, nah mulainya dari situ tapi berjalan dengan adanya teknologi online kita mulai mencoba di Instagram kita mulai coba.

Sejauh ini sudah berjalan selama 5 tahun ya?

Milla: Kita launching di Februari 2012, terus punya toko di tahun 2013 sampai 2014. Terus abis itu udah mulai gencar online. Kita merasa pengeluaran (toko) besar banget dan nggak efisien. Akhirnya toko kita tutup, terus kita kesini ya mulainya dengan online.

INDONESIA LOH 4

Jadi sejak kapan mulai terjun di online?

Baru tahun laiu. Jadi kita baru melihat bahwa ternyata efektif banget, dan ditambah lagi e-commerce seperti Qlapa yang sangat membantu. Tapi sebagiannya yang lain tetep di outlet.

Senang Warna-warna Cerah? Batik Cirebon Pas Untuk Kamu

Total tim ada berapa dan seperti apa pembagian kerjanya?

Milla: Tim inti ada 3, berempat sama accounting tapi dia ngurus lebih ke pembukuan, pajak pajak, ula lebih ke marketing, mila ke produksi, terus yuli lebih ke admin dan produksi.

Apa mimpi Indonesia Loh dalam lima tahun ke depan?

Milla : Indonesia Loh lahir di zaman modern, punya barang tapi nggak mesti ada tokonya. Kita dulu punya toko, tapi (penjualannya) nggak seperti yang kita harapkan. Sekarang justru dengan banyaknya online itu lebih tinggi dibanding kita punya toko.

Ula: Kita pinginnya lima tahun lagi punya toko tapi ga nyewa, jadi ngegantiin Pasaraya gitu. Tapi nggak mau nyewa. Sekarang sih kita udah happy karena lebih banyak orang yang tau Indonesia Loh, sudah banyak beredar nggak cuma di Jakarta, Bali, Surabaya, Medan sudah banyak yang pakai produk Indonesia loh.

TEST

Belajar dari Youtube, Sinau Akasha Hasilkan Produk Kayu Berdesain Unik

Ruang kelas bukanlah satu-satunya tempat untuk menimba ilmu. Lewat internet, kini beragam produk lahir dari tangan-tangan mereka yang belajar secara otodidak.

Apa yang terjadi saat tiga sahabat yang memiiki profesi pengacara, chef, dan karyawan swasta bertemu? Ya, beragam hal memang bisa terjadi, namun siapa sangka jika salah satu hasilnya adalah produk olahan kayu berupa aksesoris, notebook, hingga tatakan handphone? Adalah Sinau Akasha Indonesia, brand asal Jakarta, hasil kolaborasi Adam dan kedua orang sahabatnya yang berdiri sejak 2016.

Diambil dari bahasa Jawa, Sinau artinya belajar, dan Akasha artinya angkasa. Jadi artinya kurang lebih, belajar setinggi-tingginya. Brand Sinau Akasha sedianya merupakan sarana belajar dari ketiga pendirinya untuk belajar hal baru, di luar bidang pekerjaannya.

Baca juga: Gunakan Sampah Karung Bekas, Produk Gunagoni Malah Dicari

 

“Jadi awalnya di awal tahun 2016, saya sama dua dan dua teman SMA saya ngeliat suatu mesin di kick starter. Mesin laser cutting tapi terinstegrasi sama cloudnya Apple. Kita pengin beli mesin itu. Tapi karena di distribusikannya masih cukup lama, kita pingin buat produk seperti itu tapi tanpa mesin itu jadi manual. Akhirnya munculah ide untuk membeli laser cutting,” ujar Adam Kris, salah seorang pendiri Sinau Akasha Indonesia.

Produk Hasil Belajar dari Youtube

Kalung dari Sinau Akasha
Kalung dari Sinau Akasha

Jika melihat desain dan produk jadi dari Sinau Akasha, mungkin tak banyak yang menyangka jika produk tersebut merupakan hasil dari pembelajaran otodidak para pembuatnya. Namun itulah faktanya. “Langkah pertama kita tentuin mau buat apa dulu? Misalnya notebook dan bahannya mau dari kayu atau akrilik? Setelah itu baru lihat untuk buat ini seperti apa caranya. Itu semua kita pure lihat dari Youtube dan kita belajar otodidak, urai pria kelahiran Jakarta,  17 Januari 1991 ini.

sinau notebook

Beberapa produk yang jadi andalan dari Sinau Akasha diantaranya adalah anting, kalung, aksesoris handphone, hingga notebook. Dengan modifikasi desain etnik dan modern minimalis. Sedangkan untuk material produk, kebanyakan mengambil dari sisa kayu bekas furnitur. “Tujuan awalnya memang hanya ingin buat produk dari kayu bekas. Setiap kayu bekas di manfaatkan. Serpihan kayu bekas ini bisa kita manfaatkan jadi intinya memanfaatkan barang-barang yang tidak terpakai,” tuturnya.
sinau anting

Beberapa pengrajin dari Sukabumi, Tangerang, hingga Pasar Minggu biasanya jadi penyedia bahan Sinau Akasha. Namun untuk order dalam jumlah banyak, ia terpaksa mengandalkan papan besar seperti triplek yang kemudian dipotong tipis.

Masih ‘mencuri-curi waktu’

sinau

Menyeimbangkan dunia kerja dan wirausaha memang tidak mudah. Tak heran jika Adam dan kedua temannya kesulitan untuk membagi waktu. Mereka membagi peran, dengan Adam memegang desain dan quality control produk. Dan dua temannya di operasional mesin, sosial media, dan marketing. Dibantu dengan orang freelancer di sisi operasiona, dalam satu bulan, Sinau Akasha bisa membuat produk dari 50-75 buah.

Lihat juga: Senang Warna-warna Cerah? Batik Cirebon Pas Untuk Kamu

Namun tak jarang mereka ‘keteteran’ saat menangani order terutama dalam jumlah banyak. “Contohnya Kementrian Perindustrian mereka pesan plakat kayu dalam jumlah banyak, dan kita ga punya banyak waktu untuk menyelesaikan itu. Akhirnya kita harus gantian mengerjakannya,” imbuh Adam.

Karena sifatnya ‘part time’ menjual produk secara online juga dirasa lebih nyaman, karena bisa dilakukan di mana saja. Qlapa menjadi salah satu tempat yang dipilih Sinau Akasha untuk berjualan produknya. Dalam lima tahun ke depan, Adam berharap Sinau Akasha bisa berkembang dan bahkan menambah perusahaan yang tak hanya berfokus di kayu saja.

TEST

Kacamata Untuk Wajah Bulat -Eits Jangan Sampai Salah Pilih Ya!

Kacamata untuk wajah bulat, untuk memilih produk yang sesuai memang susah-susah gampang. Ya, saat ini kacamata memang tidak hanya dilihat dari segi fungsionalnya saja, melainkan juga dari fashionable-nya. Salah memilih model kacamata sama saja akan merusak gayamu secara keseluruhan. Karena itulah, menjadi penting untuk mengetahui model kacamata yang pas untuk tipe wajahmu.

Apabila sedang berencana membeli kacamata. Bagi Kamu yang memiliki wajah bulat yang cenderung chubby dan tak bersudut. Model kacamata yang sebaiknya kamu kenakan adalah yang memiliki bentuk frame agak persegi panjang dengan sudut yang tegas di ujung sisinya.

Kacamata untuk wajah bulat 2017

 

Berikut ini adalah beberapa kacamata handmade bermodel demikian yang bisa mengkamuflasekan wajah bulatmu hingga terlihat lebih ramping.

Kacamata Untuk Wajah Bulat Berhias Serat Alam dari Java Chronicle

Kacamata Untuk Wajah Bulat Terbaru

Kacamata kayu memang lagi in saat ini. Jika kamu termasuk penggemar material yang satu ini, kacamata berhias serat alam dari Java Chronicle patut kamu miliki. Panjang frame yang mencapai 14 cm bisa membuat wajahmu terlihat lebih ramping karena lebarnya yang melebihi wajah. Kacamata seharga Rp950.000 amat cocok digunakan untuk keperluan mata minus maupun untuk menjadi kacamata gaya.

Unik Kacamata Untuk Wajah Bulat dari Motka

Kacamata Untuk Wajah Bulat dari bahan kayu

Harga kacamata ini tergolong murah. Kamu bisa mendapatkan bingkainya dengan Rp365.000. Model frame di bagian mata yang panjang dan bersudur pinggir runcing ini akan membuat pipi chubby-mu tidak terlalu tampak. Kacamata bermaterial dasar kayu amara ini pun akan sangat menyamankanmu karena bingkainya elastis. Jadi, selamat tinggal ketakutan akan kacamata kayu yang gampang patah!

Lihat juga: Bangkit dari Krisis, Sunaka Jewelry Raup Omzet Hingga Rp 400 Juta Perbulan

Kacamata Untuk Wajah Bulat Bergradasi dari Kallestory Wooden Eyewear

Kacamata untuk wajah bulat qlapa.com

Kacamata kayu sudah biasa? Tapi kacamata kayu dengan gradasi warna yang manis antara frame bagian mata dengan bingkai gagang barulah luar biasa! Hal inilah yang dilakukan Kallestory, yakni membuat kacamata dari dua jenis kayu hingga menghasilkan paduan warna yang cantik. Frame-nya tampak lebih tua dengan material dari rosewood, sedangkan gagangnya lebih mudah karena dibuat dari kayu mahogany. Bentuk frame sepanjang 13,5 cm tidak akan membuat wajahmu tampak lebih bulat dan penuh. Untuk urusan harga, kocek Rp1,7 juta rasanya sepadan dengan kualitas dan gaya dari kacamata ini.

Baca juga: Senang Warna-warna Cerah? Batik Cirebon Wajib Kamu Miliki

Tidak terlalu sulit bukan memilih kacamata untuk si wajah bulat? Sekarang semua keputusan ada di tanganmu. Menurutmu dari ketiga kacamata di atas, mana yang paling keren dan patut dimiliki?

TEST

Gunakan Sampah Karung Bekas, Produk Gunagoni Malah Dicari

Melihat tumpukan karung kedelai yang tak terpakai rupanya menumbuhkan rasa ‘gatal’ di diri Andreas Bimo Wijoseno. Dari tangan kreatif pria yang akrab disapa Wijo ini, lahirlah Gunagoni, sebuah brand yang mengandalkan karung goni sebagai bahan utamanya.

Keberadaan sampah kerap kali dipandang sebelah mata. Padahal belum tentu sesuatu yang dianggap sampah tak punya nilai jual. Hal ini telah dibuktikan oleh Wijo yang telah menjual hampir 50 pcs produk berbahan utama karung goni di Qlapa. Simak obrolan kami dengan pria kelahiran 6 Februari 1974 ini seputar brand yang berbasis di Sleman, Yogyakarta ini.

Andreas Bimo Wijoseno, owner Gunagoni
Andreas Bimo Wijoseno, owner Gunagoni

Mas Wijo, ceritakan dong bagaimana awalnya membuat brand Gunagoni?

Saya hobinya jalan-jalan ke pasar tradisional. Saat itu saya lihat ada tumpukan goni. Awalnya saya beli aja gatau mau buat apa karena murah. Lalu suatu saat ada temenku yang punya tas dari goni terus rusak. Saya coba perbaiki, ternyata bisa. Akhirnya dia sarankan saya untuk membuat tas dari goni.

Baca juga: Senang Warna-warna Cerah? Batik Cirebon Wajib Kamu Miliki

Apa saja jenis produk yang dihasilkan Gunagoni?

Saat ini kita ada tas ransel, tas selempang, topi, pouch, dan notes book.

Kapan usaha ini dimulai?

Kira-kira pada April tiga tahun yang lalu.

Dari mana Mas Wijo belajar mengolah karung goni menjadi tas dan produk lainnya?

(Saya belajar) otodidak sambil ketemu, dadakan aja. Untuk mengukur saja saya nggak pakai meteran, hanya berdasarkan jari saya, karena kalau pakai meteran saya sering lupa. Selain itu saya sering nonton penjahit juga. Bagaimana caranya hanya tinggal lipat dan jahit, sebisa mungkin jangan sampai bikin sampah lagi.

Baca juga: Buat Sendiri Yuk! DIY Ombre Sneakers

Ngomong-ngomong, apa arti di balik nama Gunagoni?

Gunagoni artinya (meng)guna goni, bekas kembali berarti

Apa sih tantangan dari membuat produk berbahan bekas seperti karung goni?

Tantangannya itu rasa malas. Hahaha. Goni harus dicuci dulu karena itu sampah. Menjahitnya berat. Saat dijahit kadang nyangkut di mesinnya. Jadi kalau saya lagi nggak semangat mending nggak saya jahit. Karena nanti malah rusak semua.

jahit

Apa saja produk yang dihasilkan Gunagoni saat ini dan berapa range harganya?

Ada tas, notes, dan topi juga. Harganya lima puluh sampai dua ratus ribu rupiah.

Dalam sebulan berapa rata-rata produk yang dihasilkan?

Kira-kira maksimal 2,5 lusin. Karena cuma saya sama istri saya berdua yang mengerjakan. Istri saya pasang kancing atau aksesoris. Kalau cuci-cuci (karung goni) berdua sama istri. Yang jahit saya sendiri. Karena belum ada yang mau bantuin.

Baca juga: Bangkit dari Krisis, Sunaka Jewelry Raup Omzet Hingga Rp 400 Juta Perbulan

Wah ternyata cukup sulit ya mengolahnya. Lantas kalau bagian menyenangkan dari membangun brand ini?

Saya senang, ada keset naik kelas. Ada keset ditaro di kepala, jadi tas. Selain itu saya senang karena di sini saya nggak mau mengikuti selera pasar. Disuruh mewarnai saya nggak mau. Disuruh memberi lapisan didalam saya juga nggak mau. Sebab nanti malah akan menambah sampah baru. Di sini karena saya melawan kemauan pasar, artinya produk saya bisa ditolak atau malah diterima. Di situ ada adrenalinnya.

DSC_6619 (1)

Cukup berani juga ya Mas Wijo ini, lalu bagaimana strategi Mas Wijo untuk memasarkan produk Gunagoni?

Percaya diri aja kalau itu (nanti) diterima, karena saya beberapa kali ditolak. Tapi lama-lama diterima. Terus saya kasih-kasih ke orang ada juga yang mau. Sulitnya karena kan ini barang kotor. Tapi ya sekarang malah ada orang yang jauh-jauh ke tempat saya di kampung. Bela-belain pingin beli produk saya. Saya bingung juga rupanya goni dicari. Hahaha…

Lantas, apa cita-cita atau harapannya untuk Gunagoni ke depannya?

Nggak harus besar-besar jadi industri, pinginnya seperti UKM aja. Kan di setiap kota ada karung goni. Pinginnya orang-orang ‘yuk bikin goni juga’. Nggak perlu jadi besar, tapi semakin viral dan banyak yang mengkreasikan goni jadi barang yang bermanfaat.

TEST

Senang Warna-warna Cerah? Batik Cirebon Pas Untuk Kamu

Batik Cirebon! Bukan hanya Yogyakarta maupun Solo yang menjadi sentra batik nasional. Bergeser ke arah Jawa Barat, ada Kota Cirebon yang bisa membuatmu terbius dengan motif-motif batiknya yang ciamik. Salah satu motif yang tentu tidak asing di telingamu adalah megamendung, yang merupakan corak yang menggabarkan kesuburan berupa awan-awan. Bagi kamu yang menyukai warna-warna cerah, batik Cirebon pasti sesuai dengan seleramu. Tergolong sebagai batik pesisiran, kerajinan kain dari kota ini kerap berwarna cerah dan jauh dari kesan klasik maupun kuno. Nah, berikut ini adalah beberapa contoh batik Cirebon yang bisa membuat gaya busanamu terlihat trendi, namun tetap eksotis.

Lihat juga: Beragam Koleksi Tas, Sepatu, Aksesoris dari Kulit

Blus Glamor Megamendung dari Madha

Batik Cirebon dari Madha

Dari motifnya yang berbentuk barisan awan, kamu pasti sudah bisa menebak dari mana asal blus batik seharga Rp329.000. Ya, dari mana lagi jika bukan dari Cirebon? Mengombinasikannya dengan warna dasar merah dan emas, blus megamendung ini tampil mewah dan glamor. Untuk beragam acara resmi, blus ini pasti menarik perhatian siapapun ketika dikenakan.

Baca juga: Bangkit dari Krisis, Sunaka Jewelry Raup Omzet Hingga Rp 400 Juta Perbulan

Kemeja Hitam Mega Mendung dari Hasan Batik

Batik Mega Mendung dari Hasan Batik

Untuk kamu yang ingin tampil keren dengan batik Cirebon tapi belum berani menggunakan warna cerah, koleksi dari Hasan Batik ini bisa jadi solusinya. Terbuat dari teknik cap, kemeja lengan pendek ini bisa membuat pemakainya tampil gaya dan unik. Tersedia dalam ukuran M,L,XL, hingga XXL, kemeja ini bisa jadi  milikmu dengan harga  Rp 325.000

Atasan Santai Batik Cirebon dari Ophelia Batik

Batik Cirebon Modern Terbaru 2017

Warna oranye kekuningan akan membuat harimu tampak selalu cerah dan menawan. Atasan yang merupakan batik cap Cirebon ini pun terbuat dari bahan katun sehingga nyaman dipakai seharian. Yang lebih penting lagi, harganya pun terjangkau, yakni Rp159.000. Untuk hangout ataupun beragam acara nonformal lainnya, motif floral dari Ophelia ini siap menemanimu.

Baca juga: 5 Anting Unik yang Buat Gayamu Makin Stylish

Kemeja Batik Cirebon dari Go Batik Go

Kemeja dari Go Batik Go

Untuk kamu yang ingin tampil eksklusif, kemeja ini bisa jadi pilhannya. Kemeja dari Go Batik Go ini hadir dengan warna merah yang elegan, serta kerah shanghai ala baju koko yang memberi kesan berbeda dari biasanya. Terbuat dari batik cap tulis dengan motif mega mendung, kemeja ini diberi harga Rp 240.000 perbuahnya.

Rok Batik Panjang dari Lelaina Rumah Baju

Rok Batik Cirebon 2017

Warna biru memang erat kaitannya dengan daerah pesisir. Tidak heran, warna ini banyak mewarnai bagian dasar dari batik Cirebon, termasuk pada rok batik karya Lelaina Rumah Baju. Rok seharga Rp300.000 ini dibuat dari jenis cap bermotif bunga-bunga yang memang tidak asing untuk kawasan pesisir. Padukan dengan atasan polos dengan warna netral, dijamin gayamu akan keren, namun tidak berlebihan.

Baca juga: Kasih Hadiah Nggak Biasa? Kado Custom aja!

Alunan Dress dari Carliza Batik

Fashiont Batik Cirebon Wanita

Satu lagi koleksi batik Cirebon dengan gaya modern. Alunan dress dari Carliza Batik hadir dengan potongan yang merangkul tubuh pemakainya. Terbuat dari kain batik tulis bermotif mega mendung yang dipadukan dengan kain dobi polos, dress ini memberi siluet feminin yang anggun pada setiap wanita. Selain itu juga dilengkapi dengan resleting di bagian tengah dada sehingga bisa dipakai untuk wanita hamil maupun menyusui. Tertarik untuk memilikinya? Dengan segala keunggulannya, dress ini dihargai Rp 595.000 perbuah.

Kemeja Batik Cirebon – Mega Mendung dari Canting Hijau

Batik Cirebon Model Kemeja Terbaru

Buat para cowok, ini dia batik cirebon yang siap membuatmu tampil maskulin dan tampak segar. Menggunakan warna biru sebagai dasar dan melengkapi motifnya dengan nuansa megamendung, kemeja seharga Rp180.000 ini memang tampak benar-benar Cirebon! Kamu pun akan nyaman memakai kemeja ini seharian karena bahan katunnya yang menyerap keringat.

Outer Batik Cirebon dari Subhykinta

Motif Batik Cirebon Yang Cerah

Sedang mencari outer untuk ke kantor atau acara lainnya? Tak ada salahnya untuk memilih outer dari Subhykinta. Terbuat dari batik tulis Cirebon dengan motif bunga, luaran ini cocok bila dipadukan dengan blus, dress, maupun kemeja polosmu. Material katun primis halus juga membuat pemakainya tetap sejuk dan tidak kegerahan. Siapkan uang sebesar Rp 585.000 jika kamu ingin memilikinya.

Kenna Dress dari Heava Batik

Motif Batik Cirebon 2017

Bila kamu sedang mencari produk yang unik dan cantik untuk si kecil, Kenna Dress dari Heava Batik ini bisa jadi pilihan yang pas. Terbuat dari batik cap Cirebon, dengan bahan katun yang sejuk, paduan tile dan satin yang cantik, dress ini dijamin membuat buah hati makin menggemaskan. Hadir dengan peach yang cute, dress yang pas untuk anak umur 3-4 tahun ini bisa dibawa pulang dengan harga Rp 175.000.

Batik pesisir berwarna cerah seperti batik Cirebon memang mudah membuat siapapun jatuh cinta. Termasuk kamu tentunya, bukan? Dijamin, warna-warna cerahnya akan membuat hari-harimu lebih berwarna.

Lihat juga:

DIY Sandal Floral untuk Gaya yang Feminin dan Simpel

5 Perabot Kayu untuk Percantik Rumahmu

 

TEST

Bangkit dari Krisis, Sunaka Jewelry Raup Omzet Hingga Rp 400 Juta Perbulan

Krisis ekonomi yang terjadi pada 1998 memang berdampak buruk pada hampir semua kalangan, tak terkecuali para pengrajin di daerah. Namun hal ini tak menyurutkan niat dan semangat teman-teman dari Sunaka Jewelry, Bali untuk menghidupkan kembali usahanya.

Bila bicara mengenai perhiasan, emas boleh dibilang sebagai primadona yang selalu diminati oleh kaum wanita. Padahal, masih banyak material lain yang bisa dirangkai menjadi perhiasan yang apik dan berdesain elegan. Inilah yang sejak tahun 1979 sudah dilakukan oleh Sunaka Jewelry, salah satu dari banyak pengrajin perhiasan dari Desa Celuk, Gianyar, Bali. Kurang lebih dua puluh tahun berjalan, produk Sunaka hanya berorietasi untuk eksport, mengerjakan berbagai pesanan dari brand luar negeri, tanpa menggunakan nama sendiri.

“Tapi sejak krisis tahun 1999 pesanan kita berkurang jauh. Bahkan ada yang sudah putus. Akhirnya kita munculkan lagi tahun 2000 Memang agak berkurang sih tahun 2000. Tahun 2014 baru kita publish sebagai sebuah brand. Jadi bikin brand sendiri dan punya produk sendiri,” ujar Kadek Ganda Ismawan, owner Sunaka Jewelry.

Rela Resign Demi Fokus

Kadek
Kadek Ganda Ismawan, owner Sunaka Jewelry.

Perjuangan menghidupkan kembali usaha yang redup juga bukan perkara mudah. Diambil dari nama sang ayah, Sunaka Jewelry merupakan usaha turun temurun keluarga yang kini dijalani oleh Kadek. Pria kelahiran Denpasar, 10 Oktober 1981 ini memutuskan untuk meninggalkan pekerjaannya sebagai manager di hotel demi membangun kembali usaha keluarganya.

“Memang banyak teman-teman saya yang nggak mau meneruskan usaha keluarga. Tapi kalau saya sih pertama mau melestarikan tradisi di kampung kita yang sudah ratusan tahun ada sebagai pengrajin. Saya ingin melestarikan itu sebagai warisan leluhur buat anak cucunya. Kasihan juga nanti malah berkembangnya di tempat lain padahal kita sudah ada dari dulu,” ujar sarjana ekonomi ini.

Terus Mengembangkan Produk

Ketertarikan masyarakat Indonesia untuk mulai memakai perhiasan di luar emas juga jadi salah satu hal yang membuat Kadek mantap untuk menekuni pasar lokal. Perak yang sebelumnya dipandang sebelah mata kini mulai diminati masyarakat. Untuk membedakan produknya dari perhiasan lain, Sunaka punya kunci tersendiri.

Baca juga: Koleksi Passport Case Unik untuk Yang Hobi Taveling

“Yang pertama pastinya dari kualitas. Dalam proses pengerjaan kita memang fokus pada detail-detail dari kehalusan dan kerapihan. Yang kedua adalah desainnya. Walaupun kita ada ciri khas dari Bali ciri khas dari Indonesia, tapi kita sudah kontemporer dan sudah mengikuti desain yang terkini. Produk kita juga nggak sama dengan yang lain karena kita memang develop produk sendiri, nggak mengikuti yang lain,” terang Kadek.

Proses pengerjaan produk (Foto: Sunaka Jewelry)
Proses pengerjaan produk (Foto: Sunaka Jewelry)

Hingga saat ini, produk giwang atau anting masih menjadi andalan dari Sunaka. Dengan model Ombak Segare menjadi koleksi best seller. Diakui Kadek, keindahan alam dan budaya Indonesia memang jadi sumber inspirasi desain produknya. “Ada budaya Bali, Kalimantan, Jawa itu unsur budayanya sangat menginspirasi.  Termasuk juga alam, dari dari laut, binatang, sampai pola-pola tumbuhan itu banyak sekali yang bisa kita ambil untuk inspirasi desain,” imbuhnya.

Anting Ombak Segare

Meski sudah sangat expert untuk produk perhiasan, Kadek tak mau berpuas diri. Ia bahkan merencanakan untuk melakukan ekspansi ke bidang home decor. “Itu next plan-nya kita. Tapi untuk 1-2 tahun kedepan kita masih fokus di jewelry.

Sunaka Go Online

BO.025 (4)

Walau sudah malang melintang di industri perhiasan, salah satu pengalaman paling menarik yang dirasakan oleh Kadek adalah saat mulai merambah dunia online. “Terus terang jualan online ini termasuk barang baru bagi kita. Walaupun temen-temen yang lain mungkin sudah duluan. Kalau offline kita kan memang sudah dari dulu, tapi pas jualan online pertama itu exciting banget,” ucapnya. Pilihan jatuh pada Qlapa sebagai marketplace pertama yang digunakan untuk memasarkan produk Sunaka. Lebih dari sekadar tempat berjualan, Kadek merasakan manfaat lain saat bergabung dengan Qlapa. “Kita ada grup WhatsApp juga. Ada info-info tips biar kita jualan optimal di marketplace. Foto juga dibantu. Terus ada jualan offline juga kaya pameran. Komunikasi nyambung jadi kalo ada special  request dari customer disampein juga ke kita. Terus kita juga diingetin untuk kirim on time. Itu saya rasa luar biasa banget,” aku Kadek.

Baca juga: Our Zuri: Aksesoris Handmade Indonesia Tak Kalah dengan Buatan Impor!

Selain memasarkan barangnya secara online, Sunaka Jewelry juga memiliki dua offline store yang ada di Denpasar dan Ubud. Dibantu oleh 20 orang pengrajin dan 15 karyawan di office dan store, Sunaka kini meraih omzet rata-rata Rp 300 – 400 juta perbulannya.

Saat ditanya mengenai cita-citanya terhadap Sunaka Jewelry, Kadek punya jawaban tersendiri. “Saya harap bisa berkembang dan jadi sebuah brand yang dikenal tidak cuma di dalam negeri juga bisa berkembang di luar negeri, termasuk brand brand lokal yang lain dan bisa bersaing dengan brand luar yang sudah terkenal seperti Guess, Tifany,” tutupnya.

TEST

Our Zuri: Aksesoris Handmade Indonesia Tak Kalah dengan Buatan Impor!

Sempat berjualan aksesoris impor dari Korea, Sally akhirnya memutuskan untuk membuat sendiri aksesoris dengan desain yang mengangkat tema Indonesia.

Serbuan berbagai produk dari luar negeri memang kerap dianggap ancaman bagi para pengrajin lokal. Dengan harga yang lebih murah sehingga bisa mendapatkan keuntungannya yang lebih, kadang membuat pengrajin lokal sulit untuk bersaing. Hal inilah yang juga dirasakan oleh Sally Miranti Hutagalung. Wanita kelahiran Pangkalan Brandan, 19 Januari 1987 ini mengaku pernah menjual beragam aksesoris dan pernak-pernik impor, namun sayang, kualitas produk jualannya kerap dikomplain pelanggan. “Kadang pada komplain barangnya rusak dan banyak juga yang nyamain modelnya, jadi kaya aksesoris yang semua orang bisa punya,” ujar Sally. ‘Gerah’ dengan komentar para pelanggan, Sally pun akhirnya memutuskan untuk membuat sendiri produknya. Dengan begitu, ia berharap bisa mengontrol kualitas dan membuat produknya secara terbatas.

Dengan label Our Zuri, Sally merilis koleksi aksesoris dengan sentuhan etnik bagi para wanita Indonesia. Meski baru satu tahun berdiri, brandnya semakin dikenal dan bahkan terpilih menjadi Seller of The Month di Qlapa bulan ini. Mari simak ceritanya!

Halo Mbak Sally, sebelumnya selamat ya karena sudah menjadi Seller of The Month! Kalau boleh berbagi, adakah impact yang didapat dari berjualan di Qlapa.com?

Terima kasih! Yang jelas, orang lebih kenal Our Zuri karena kan Qlapa khusus handmade. Jadi lebih tepat sasaran penjualannya.

Sebagai Seller of The Month, boleh dong berbagai tips jualan di Qlapa dengan teman-teman yang lain.

Foto harus jelas harus nunjukin item-nya seperti apa. Terus saya sebetulnya belajar juga dari Qlapa, untuk penggabungan foto sebaiknya tidak dilakukan supaya lebih cepat lolos kurasi. Materi bahan harus jelas, jadi sesuai dengan ekspektasi pembeli.

Apa yg membedakan jualan sendiri secara individual melalui dengan jualan di Qlapa?

Kalau di sosmed yang melihat terbatas. Kalau di Qlapa kan khusus handmade, jadi orang yang datang memang mau cari barang handmade, sehingga lebih tepat sasaran.

 

WhatsApp Image 2017-04-25 at 10.03.34 (1)Nah, sekarang boleh diceritakan tentang Our Zuri dari segi desainnya.

Aku pribadi suka dengan yang etnik sebenernya. Aku suka batik dan tenun. Lalu etnik itu lagi happening banget nih. Jadi aku pikir kenapa aku nggak coba yang etnik. Akhirnya aku liat beberapa aksesoris dan pengin aku matching-in ke batik karena aku juga tiap hari pake batik, entah outer entah celana. Aku pengin bikin aksesoris yang etnik, tapi kesannya nggak terlalu seperti orang mau kondangan.

Dari mana biasanya mendapatkan inspirasi untuk membuat aksesoris?

Kalau inspirasi sih biasanya lagi jalan, terus liat orang pakai ‘kok lucu’ ya. Kada aku juga googling atau lihat-lihat di Instagram.

Dalam sebulan, berapa rata-rata produk yang dihasilkan?

Banyak banget, sehari bisa 3-5 minimal. Tapi itu juga tergantung, bisa juga sampai 3 hari nggak produksi sama sekali kalau lagi ada urusan keluarga atau keluar kota.

Produk Our Zuri rata-rata kalung, ada alasan di balik itu?

Karena itu yang paling banyak dipakai orang dan ukurannya universal. Kalau gelang kaki nggak semua orang suka pakai. Kalau cincin, kan tangan orang berkeringat dan bahannya bukan emas takutnya alergi. Cincin juga ukurannya beda beda jadi agak ribet kalay saya harus bikin ukuran yang semua orang bisa pakai.

Ada tips strategi pemasaran yang dilakukan supaya produk Our Zuri makin dikenal?

Aku ikut komunitas pecinta barang lokal, kaya komunitas tas kulit. Jadi kebanyakan mereka suka batik suka barang etnik jadi aku coba masukin ke mereka. Kadang kadang juga kalo di instagram berdasarkan hashtag juga bisa lebih spesifik. Dan kalau komunitas, bahkan kita jadi bisa berteman karena isinya ada belasan ribu orang. Kebetulan saya kan juga suka tas kulit. Dari masuk komunitas lewat Facebook, kita berteman terus mereka lihat timeline saya, dia liat saya bikin kalung, bikin aksesoris yang saya buat. Akhirnya mereka beli dan jadi pelanggan.

Ngomong-ngomong, Mbak Sally belajar membuat aksesoris dari mana?

Nggak ada, saya otodidak aja. Kadang saya lihat di Instagram, kadang saya Googling sendiri dengan model-modelnya. Jadi memang otodidak sendiri.

Kalau boleh tahu, sebelumnya apa profesi Mbak Sally?

Dulu aku sekretaris di perusahaan swasta. Sekitar 8 tahun yang lalu, jadi aku berhenti sejak menikah. Pernah juga coba asuransi, tapi berhenti karena memang bukan passion aku. Kebetulan dari dulu tuh aku sukanya aksesoris suka desain baju. Jadi memang passion-nya di fashion.

Lalu, siapa saja yang terlibat mengurus Our Zuri?

Semua aku. Mulai dari pilih bahan sampai jual, semua saya yang lakukan.

Wah, hebat sekali. Lalu bagaimana cara bagi waktu jadi ibu rumah tangga dan jadi crafter juga?

Kalau bikin aksesoris, waktunya bisa saya sesuaikan. Yang penting (suami) sudah pergi kerja, dan (anak) sudah pergi sekolah, baru saya bikin. Paling ribetnya karena saya punya anak kecil, kadang suka gangguin. Paling kalau gitu saya siapin yang buat dia, jadi dia ga ngerecokin yang punya saya. Jadi kita bikin sama-sama. Lumayan bikin anak jadi kreatif dan ga ngeribetin saya. Hehehe. Sebisa mungkin kalau saya punya waktu saya kebut, karena nggak terus-terusan saya bisa punya waktu luang.

Adakah cita-cita Our Zuri yang belun tercapai?

Aku mau jual export. Sebenarnya sudah mulai lihat-lihat seperti pengurusan ke Paypal. Dan saya masih mau cari ekspedisi yang murah, jadi yang di luar negeri bisa beli karena barangnya nggak terlalu mahal dan bisa dapet biaya kirim yang juga nggak mahal.

TEST

Buat Sendiri Yuk! DIY Ombre Sneakers

Salah satu kreasi DIY yang paling mengasyikkan adalah mengutak- atik penampilan sepatu. Yap, merubah penampilan sepatu lama menjadi sesuatu yang fresh dan keren seperti mendapatkan tambahan sepasang alas kaki baru, contohnya  tutorial DIY Ombre sneakers satu ini.

 

Nah, dari nama dan hasilnya aja udah kebayang kan seberapa keren dan unik hasil baru sneakers kamu nantinya? Yuk, langsung deh ikutin tutorial DIY Ombre Sneakers berikut ini!

Bahan- bahan yang dibutuhkan :

  • 1 pasang sneakers putih
  • 2 – 3buah cat semprot/ Pylox dengan gradasi warna yang hampir serupa.
  • Beberapa buah manik kayu/ plastik
  • Selotip kertas

Cara membuat Ombre Sneakers :

  1. Lepas seluruh tali sepatu. Lalu tutup bagian karet pada sol samping sepatu sneakers dengan selotip kertas.

Lihat juga: So Cute! DIY Telur Paskah Unicorn

2. Siap- siap untuk menggunakan cat semprot dengan warna paling gelap. Semprotkan dengan perlahan pada bagian depan sepatu. Pastikan cat menempel dengan merata dan semprot beberapa kali untuk memastikan warna sudah sesuai dengan keinginan.

3. Kamu boleh mulai beralih ke warna cat semprot yang lebih muda/ terang daripada warna pertama. Lalu mulai semprotkan dengan pola melanjuti dari batas cat semprot pertama. Lakukan berulang- ulang hingga hasil ombre semakin pudar pada bagian tengah sneakers. Jangan lupa juga untuk mengecat tali sepatu kamu dengan warna yang paling terang.

Baca juga: 5 Anting Unik yang Buat Gayamu Makin Stylish

4. Cat semprot/ pylox ini akan mengering cukup cepat. Setelah kering sempurna, kamu boleh mulai memasang kembali tali sepatu ditambah dengan dekorasi manik- manik yang kamu punya. Bentuk dan jumlahnya bisa disesuaikan dengan selera masing- masing.

Kamu Mungkin Suka: Kasih Hadiah Nggak Biasa? Kado Custom aja!

5. Nah, snakers ombre teknik DIY kamu siap dipakai buat hangout.

Kalau kamu sudah siap untuk punya sepatu sneakers ala Ombre yang unik, cobain langsung deh!

 

 

 

 

 

Source 

 

TEST

Ini Dia Souvenir Oleh-oleh Yogyakarta yang Nggak Pasaran!

Siapa bilang souvenir atau oleh-oleh Yogyakarta hanya bisa berupa bakpia? Semakin banyaknya pengrajin di Kota Pelajar ini nyatanya memberimu beragam kerajinan pilihan lain untuk dijadikan oleh-oleh yang keren dan berkesan etnik buat kerabat maupun sahabatmu. Penasaran apa saja yang bisa kamu jadikan oleh-oleh Yogyakarta untuk orang-orang spesial? Coba pertimbangkan lima pilihan kerajinan di bawah ini:

Emblem Keraton dari Miniatur Jogja

Emblem oleh-oleh Yogya

Salah satu hal yang tidak bisa dilepaskan dari Yogyakarta adalah keberadaan keratonnya yang masih lestari hingga kini. Bahkan ketika berkunjung ke kota ini, belum lengkap rasanya jika tidak singgah ke Keraton Yogyakarta. Nah, kamu bisa jadikan emblem keraton dari Miniatur Yogyakarta sebagai oleh-oleh khas untuk orang-orang kesayanganmu. Soal harga, oleh-oleh Yogyakarta ini bisa kamu dapatkan dengan Rp25.000 saja!

Wayang Kulit Mini dari Bimasakti Handycraft

Wayang memang selalu identik dengan Kota Pelajar ini. Memberi oleh-oleh Yogyakarta berupa wayang kulit mini pun akan langsung mengarahkan dari kota mana souvenir tersebut berasal. Apalagi, wayang mini seharga Rp60.00 dari perajin asal Bantul tidak terkesan kuno dan bermain di warna-warna yang menyala sehingga membuat penerimanya menjadi lebih ceria.

Baca juga: 5 Anting Unik yang Buat Gayamu Makin Stylish

Kalung Batik Origami dari Pituyog Batik

Batik tidak melulu manis dikenakan jika berbentuk pakaian. Sebagai oleh-oleh Yogyakarta, kamu bisa menjadikan kalung batik dari Pituyog sebagai pilihan. Kalung seharga Rp65.000 ini menjadikan kain batik yang dilipat bergaya origami Jepang sebagai liontinnya. Efeknya? Menggemaskan!

Lihat juga: Diby Leather dan Semangat Berkerajinan yang ‘Menular’ di Yogyakarta

Oleh-oleh Yogyakarta, Gelang Kulit dari Deiye Craft

Gelang yang terbuat dari kulit sapi asli ini akan semakin menguatkan kesan Yogyakarta dengan grafir kata “Jogja” di permukaannya. Meskipun terbuat dari kulit asli, harga yang perlu kamu bayar untuk menjadikan aksesori ini sebagai oleh-oleh Yoogyakarta yang satu ini cuma Rp40.000. Bermodel gesper, gelang kulit ini akan terpajang pas di pergelangan tangan siapapun karena lingkarnya bisa disesuaikan.

Baca juga: Kasih Hadiah Nggak Biasa? Kado Custom aja!

Tempat Kartu Nama dari Wayang Store

 

Tempat kartu nama memang terkesan menjadi oleh-oleh yang luar biasa. Namun, tempat kartu nama berdesain prajurit keraton barulah unik dan luar biasa. Kesan Yogyakarta yang kental bisa diperoleh dari kerajinan berharga Rp59.000. Ditambah lagi, jelas tempat kartu nama akan menjadi oleh-oleh yang fungsional bagi sang penerima.

Tidak salah jika Yogyarkata disebut sebagai salah satu kota seniman di Indonesia. Buktinya, di daerah ini kamu bisa menemukan banyak perajin yang membuat beragam kerajinan etnik dan khas yang siap diboyong untuk oleh-olehmu.

 

TEST